Sabtu, 28 Mei 2011

KREDIT UANG DENGAN SISTEM BAYAR ANGSURAN: HALAL ATAU HARAM?

Siapa sih yang tidak kenal dengan kredit ?. Dalam keseharian mulai dari penghuni pemukiman kumuh dengan kredit pancinya sampai penghuni pemukiman elit dengan kartu kreditnya. Dari kredit barang sampai kredit uang. Dari yang beralasan keterbatasan kemampuan sampai meningkatkan image pengguna. Dari yang menggunakan sistem bunga sederhana atau simple sampai sistem bunga berbunga atau compound.
Kita tahu bahwa kalau kita meminjam uang bank atau koperasi sebesar Rp 1.000.000,- dalam waktu setahun kita harus mengembalikan Rp 1.126.825 kalau menggunakan sistem bunga berbunga, dan Rp 1.120.000 jika menggunakan sistem bunga sederhana. Kalau jangka waktunya dua tahun kita harus mengembalikan Rp 1.269.735 kalau menggunakan sistem bunga berbunga, dan Rp 1.240.000 jika menggunakan sistem bunga sederhana dan jika tiga tahun kita harus mengembalikan Rp 1.430.769 kalau menggunakan sistem bunga berbunga, dan Rp 1.360.000 jika menggunakan sistem bunga sederhana. Itu semua jika dibayar sekaligus pada waktu jatuh tempo. Cuma sayang, kemampuan nasabah, kepercayaan bank atau koperasi, dan kepraktisan hitungan, sepertinya tidak mungkin dilakukan pengembalian sekaligus. Oleh karena itu pembayaran pengembalian pinjaman dengan sistem mengangsur.
Atas pertimbangan kemudahan menghitung dan persetujuan nasabah dihitung berdasarkan bunga merata atau flat, yaitu setiap angsuran, nilai pembayarannya sama dengan nilai pinjaman ditambah kelipatan lama angsuran kali bunga yang totalnya dibagi lama angsuran. Oleh karena itu setiap bulan nasabah diwajibkan membayar pinjaman dan bunga totalnya. Hitungan orang awam dapat dilihat di tabel di bawah.
Kalau kita perhatikan mengangsur dengan bunga flat sepertinya kurang wajar. Mengapa ??? Memang angsuran pada bulan pertama persis dan wajar, tetapi pada bulan kedua dan seterusnya menjadi kurang wajar. Pada bulan kedua dan seterusnya nasabah tetap dibebani bunga uang pinjaman yang sudah dikembalikan. Apakah ini wajar?, sementara kalau nasabah menabung dan sebagian uangnya diambil lewat ATM, maka bank hanya memberi bunga sisa tabungan saja, kenapa kalau nasabah yang meminjam uang meskipun sebagian sudah dikembalikan bunganya tetap wajib kita bayar?.
Bagi saya membayar bunga bank atau koperasi termasuk wajar atau bahasa agamisnya ‘halal’, namun membayar bunga bank atau koperasi dari uang yang sudah dibayar menjadi sesuatu yang perlu dipertanyakan.
KREDIT Rp 1.000.000,- JANGKA 12 BULAN
BLN
PINJAMAN
BUNGA
BANK 1%
SEKALIGUS
MENGANGSUR
BUNGA PEMBAYARAN
BB1xBY
BS1xBY
FLAT_BB
FLAT_BS
MESTINYA
▲FBB
▲FBS
▲MES
1
1.000.000
10.000
1.010.000
1.010.000
93.902
93.333
93.333
1,06
1,00
1,00
2
916.667
9.167
1.020.100
1.020.000
93.902
93.333
92.500
1,15
1,09
1,00
3
833.333
8.333
1.030.301
1.030.000
93.902
93.333
91.667
1,27
1,20
1,00
4
750.000
7.500
1.040.604
1.040.000
93.902
93.333
90.833
1,41
1,33
1,00
5
666.667
6.667
1.051.010
1.050.000
93.902
93.333
90.000
1,59
1,50
1,00
6
583.333
5.833
1.061.520
1.060.000
93.902
93.333
89.167
1,81
1,71
1,00
7
500.000
5.000
1.072.135
1.070.000
93.902
93.333
88.333
2,11
2,00
1,00
8
416.667
4.167
1.082.857
1.080.000
93.902
93.333
87.500
2,54
2,40
1,00
9
333.333
3.333
1.093.685
1.090.000
93.902
93.333
86.667
3,17
3,00
1,00
10
250.000
2.500
1.104.622
1.100.000
93.902
93.333
85.833
4,23
4,00
1,00
11
166.667
1.667
1.115.668
1.110.000
93.902
93.333
85.000
6,34
6,00
1,00
12
83.333
833
1.126.825
1.120.000
93.902
93.333
84.167
12,68
12,00
1,00



KREDIT Rp 1.000.000,- JANGKA 24 BULAN
BLN
PINJAMAN
BUNGA
BANK 1%
SEKALIGUS
MENGANGSUR
BUNGA PEMBAYARAN
BB1xBY
BS1xBY
FLAT_BB
FLAT_BS
MESTINYA
▲BB
▲BS
▲MES
1
1.000.000
10.000
1.010.000
1.010.000
52.906
51.667
51.667
1,12
1,00
1,00
2
958.333
9.583
1.020.100
1.020.000
52.906
51.667
51.250
1,17
1,04
1,00
3
916.667
9.167
1.030.301
1.030.000
52.906
51.667
50.833
1,23
1,09
1,00
4
875.000
8.750
1.040.604
1.040.000
52.906
51.667
50.417
1,28
1,14
1,00
5
833.333
8.333
1.051.010
1.050.000
52.906
51.667
50.000
1,35
1,20
1,00
6
791.667
7.917
1.061.520
1.060.000
52.906
51.667
49.583
1,42
1,26
1,00
7
750.000
7.500
1.072.135
1.070.000
52.906
51.667
49.167
1,50
1,33
1,00
8
708.333
7.083
1.082.857
1.080.000
52.906
51.667
48.750
1,59
1,41
1,00
9
666.667
6.667
1.093.685
1.090.000
52.906
51.667
48.333
1,69
1,50
1,00
10
625.000
6.250
1.104.622
1.100.000
52.906
51.667
47.917
1,80
1,60
1,00
11
583.333
5.833
1.115.668
1.110.000
52.906
51.667
47.500
1,93
1,71
1,00
12
541.667
5.417
1.126.825
1.120.000
52.906
51.667
47.083
2,07
1,85
1,00
13
500.000
5.000
1.138.093
1.130.000
52.906
51.667
46.667
2,25
2,00
1,00
14
458.333
4.583
1.149.474
1.140.000
52.906
51.667
46.250
2,45
2,18
1,00
15
416.667
4.167
1.160.969
1.150.000
52.906
51.667
45.833
2,70
2,40
1,00
16
375.000
3.750
1.172.579
1.160.000
52.906
51.667
45.417
3,00
2,67
1,00
17
333.333
3.333
1.184.304
1.170.000
52.906
51.667
45.000
3,37
3,00
1,00
18
291.667
2.917
1.196.147
1.180.000
52.906
51.667
44.583
3,85
3,43
1,00
19
250.000
2.500
1.208.109
1.190.000
52.906
51.667
44.167
4,50
4,00
1,00
20
208.333
2.083
1.220.190
1.200.000
52.906
51.667
43.750
5,39
4,80
1,00
21
166.667
1.667
1.232.392
1.210.000
52.906
51.667
43.333
6,74
6,00
1,00
22
125.000
1.250
1.244.716
1.220.000
52.906
51.667
42.917
8,99
8,00
1,00
23
83.333
833
1.257.163
1.230.000
52.906
51.667
42.500
13,49
12,00
1,00
24
41.667
417
1.269.735
1.240.000
52.906
51.667
42.083
26,97
24,00
1,00

 
KREDIT Rp 1.000.000,- JANGKA 36 BULAN
BLN
PINJAMAN
BUNGA1%
SEKALIGUS
MENGANGSUR
BUNGA PEMBAYARAN
BB1xBY
BS1xBY
FLAT_BB
FLAT_BS
MESTINYA
▲BB
▲BS
▲MES
1
1.000.000
10.000
1.010.000
1.010.000
39.744
37.778
37.778
1,20
1,00
1,00
2
972.222
9.722
1.020.100
1.020.000
39.744
37.778
37.500
1,23
1,03
1,00
3
944.444
9.444
1.030.301
1.030.000
39.744
37.778
37.222
1,27
1,06
1,00
4
916.667
9.167
1.040.604
1.040.000
39.744
37.778
36.944
1,31
1,09
1,00
5
888.889
8.889
1.051.010
1.050.000
39.744
37.778
36.667
1,35
1,13
1,00
6
861.111
8.611
1.061.520
1.060.000
39.744
37.778
36.389
1,39
1,16
1,00
7
833.333
8.333
1.072.135
1.070.000
39.744
37.778
36.111
1,44
1,20
1,00
8
805.556
8.056
1.082.857
1.080.000
39.744
37.778
35.833
1,49
1,24
1,00
9
777.778
7.778
1.093.685
1.090.000
39.744
37.778
35.556
1,54
1,29
1,00
10
750.000
7.500
1.104.622
1.100.000
39.744
37.778
35.278
1,60
1,33
1,00
11
722.222
7.222
1.115.668
1.110.000
39.744
37.778
35.000
1,66
1,38
1,00
12
694.444
6.944
1.126.825
1.120.000
39.744
37.778
34.722
1,72
1,44
1,00
13
666.667
6.667
1.138.093
1.130.000
39.744
37.778
34.444
1,79
1,50
1,00
14
638.889
6.389
1.149.474
1.140.000
39.744
37.778
34.167
1,87
1,57
1,00
15
611.111
6.111
1.160.969
1.150.000
39.744
37.778
33.889
1,96
1,64
1,00
16
583.333
5.833
1.172.579
1.160.000
39.744
37.778
33.611
2,05
1,71
1,00
17
555.556
5.556
1.184.304
1.170.000
39.744
37.778
33.333
2,15
1,80
1,00
18
527.778
5.278
1.196.147
1.180.000
39.744
37.778
33.056
2,27
1,89
1,00
19
500.000
5.000
1.208.109
1.190.000
39.744
37.778
32.778
2,39
2,00
1,00
20
472.222
4.722
1.220.190
1.200.000
39.744
37.778
32.500
2,53
2,12
1,00
21
444.444
4.444
1.232.392
1.210.000
39.744
37.778
32.222
2,69
2,25
1,00
22
416.667
4.167
1.244.716
1.220.000
39.744
37.778
31.944
2,87
2,40
1,00
23
388.889
3.889
1.257.163
1.230.000
39.744
37.778
31.667
3,08
2,57
1,00
24
361.111
3.611
1.269.735
1.240.000
39.744
37.778
31.389
3,31
2,77
1,00
25
333.333
3.333
1.282.432
1.250.000
39.744
37.778
31.111
3,59
3,00
1,00
26
305.556
3.056
1.295.256
1.260.000
39.744
37.778
30.833
3,92
3,27
1,00
27
277.778
2.778
1.308.209
1.270.000
39.744
37.778
30.556
4,31
3,60
1,00
28
250.000
2.500
1.321.291
1.280.000
39.744
37.778
30.278
4,79
4,00
1,00
29
222.222
2.222
1.334.504
1.290.000
39.744
37.778
30.000
5,38
4,50
1,00
30
194.444
1.944
1.347.849
1.300.000
39.744
37.778
29.722
6,15
5,14
1,00
31
166.667
1.667
1.361.327
1.310.000
39.744
37.778
29.444
7,18
6,00
1,00
32
138.889
1.389
1.374.941
1.320.000
39.744
37.778
29.167
8,62
7,20
1,00
33
111.111
1.111
1.388.690
1.330.000
39.744
37.778
28.889
10,77
9,00
1,00
34
83.333
833
1.402.577
1.340.000
39.744
37.778
28.611
14,36
12,00
1,00
35
55.556
556
1.416.603
1.350.000
39.744
37.778
28.333
21,54
18,00
1,00
36
27.778
278
1.430.769
1.360.000
39.744
37.778
28.056
43,08
36,00
1,00

Selasa, 12 April 2011

PERBUATAN UMAT BERTUHAN ALLAH

BISMILLAAHIRRAHMANIRRAHIIM

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang


  1. Dalam ayat ini tersirat bahwa segala sesuatu yang akan dilakukan oleh manusia semestinya meminta atau dimintakan ijin dari Allah, pujian dari semesta alam hanya diperbolehkan diperuntukkan kepada Allah, karena segala puji itu kepunyaan Allah.
  2. Segala sesuatu yang akan dilakukan oleh manusia juga semestinya dilakukan karena diperintah Allah
  3. Segala sesuatu yang semestinya tidak dilakukan oleh manusia juga karena dilarang Allah.
  4. Allah maha (amat sangat) mengasihi dan menyayangi umatnya.
  5. Oleh karena itu umat manusia yang melakukan sesuatu dengan meminta ijin dari Allah akan dikasihi dan disayangi Allah. Kasih sayang yang diberikan Allah kepada umat yang demikian ini amat sangat besar dibanding dengan kasih dan sayang yang diberikan oleh umat yang tidak meminta ijinNya. Dengan demikian bahwa kasih sayang Allah diberikan kepada siapapun karena Allah Maha Pengasih dan Penyayang, tetapi kasih sayang yang diberikan kepada umat yang memohon ijin akan sangat dilebihkan.
  6. Jika dikaitkan dengan ayat lain, yang sementara ini belum aku renungkan, maka kasih sayang yang dilebihkan kepada umat yang memohon ijin tersebut dapat diberikan pada waktu kita hidup di dunia ini atau diberikan kelak di akhirat atau diberikan di dunia dan di akhirat. Aku menyatakan bahwa aku sekarang hidup di alam nyata, artinya bahwa ada alam lain yang disebut alam ghaib yang tidak nyata atau karena sampai sekarang ini aku belum tahu. Kaitannya dengan kasih sayang Allah kepada umatnya, aku berfikir bahwa juga ada kasih sayang nyata dan kasih sayang ghaib. Kasih sayang nyata diberikan Allah kepada semua umat di dunia ini tanpa memandang apakah perbuatan yang dilakukan seijin Allah atau tidak, semuanya mendapatkan kasih sayang Allah. Kasih sayang ghaib diberikan kepada semua umat yang melakukan perbuatan dengan seijin Allah. Letak ghaibnya berada pada besarnya kasih sayang dan waktu pemberiannya. Besar kasih sayang yang diberikan Allah kepada umat yang berijin ini seberapa adalah ghaib tetapi aku percaya bahwa besarnya akan lebih besar dibanding kasih sayang yang diberikan kepada umat yang tidak berijin. Bongkahan kasih sayang ini dapat sampai kepada kita mungkin sekarang, mungkin kelak, bahkan mungkin hanya di kelak di akhirat.
  7. Sebelum renungan ini aku sering berfikir yang menurutku menjadi suatu ganjalan, karena terkadang aku berfikir kenapa aku berbismillah dengan tidak berbismillah kelihatannya tidak ada bedanya ?. Aku berfikir juga bahwa aku tidak menemukan kasih sayang yang dilebihkan. Namun demikian aku juga sering berfikir barangkali kasih sayang yang kumaksud hanya diberikan kelak dikemudian hari atau bahkan di akhirat nanti. Wallahualam. Aku sedang memulai merenung yang sudah puluhan tahun ingin aku limpahkan dalam tulisan. Semoga Allah menunjukkan jalan keselamatan dunia akhirat yang setiap hari tak pernah lupa kupanjatkan.
  8. Tidak hanya pujian saja kepunyaan Allah tetapi alam semesta ini adalah kepunyaan Allah. Oleh karena itu segala macam bentuk pujian yang disampaikan manusia kepada apapun di alam ini, semestinya disebabkan karena mereka kepunyaan Allah, sehingga kita memuji kepada sesuatu tersebut karena kita sadar bahwa kita memuji Allah, yang hebat itu Allah, yang terpuji itu Allah dan sesuatu itu ciptaan Allah. Kita memuji sesuatu hanya terbatas mengakui kehebatan mereka yang dapat menerima sesuatu yang diberikan Allah kepadanya, sehingga kehebatan yang terjadi disebabkan oleh Allah dan yang patut dipuji adalah Allah. 
  9. Banyak orang memuji orang yang lain karena orang lain tersebut meraih suatu keberhasilan tertentu. Banyak orang juga memuji dirinya sendiri karena dia diri sendiri. Keduanya menjadi bertentangan dengan ayat tersebut. Namun demikian barangkali Allah juga tidak akan murka jika di dalam benak mereka terbersit bahwa keberhasilan tersebut karena Allah dan diri mereka kepunyaan Allah, sehingga pujian yang disampaikan kepada orang lain dan dirinya sendiri tersebut sebenarnya untuk mengagungkan nama Allah. Bukankah Allah maha pengasih lagi maha penyayang (R1) ?. Oleh karena itu, mungkin yang lebih tepat kita mengucapkan selamat kepada orang lain atas keberhasilannya dan kita bersyukur atas diri kita seperti ini yang semuanya berkat Allah.

Jumat, 31 Desember 2010

SESAT KARENA BERBEDA GAGASAN


(Bambang Purnomo, disitir dari Charles Sanders Peirce, 1878)
Sepanjang tahun 2010 dan sebelumnya banyak terjadi konflik, MENGAPA? Untuk mengakhiri mut tahun 2010 ini saya sitirkan tentang gagasan yang telah disampaikan 130 tahun lebih yang lalu. Gagasan atau ide kita akan diterima oleh orang lain jika orang lain yang kita beri penjelasan mempunyai keyakinan tentang hal yang kita jelaskan.
Apa itu gagasan? Ada tiga sifat dalam keyakinan, yaitu 
  1. keyakinan adalah sesuatu yang kita sadari, 
  2. keyakinan mengurangi keraguan, dan 
  3. keyakinan mencakup pembentukan hakekat sebuah aturan tindakan atau kebiasaan. 
Karena keyakinan mengurangi gangguan keraguan, yang merupakan alasan untuk berpikir, maka pikiran berhenti untuk beristirahat sejenak jika keyakinan telah dicapai. Karena keyakinan merupakan suatu kebiasaan untuk bertindak, maka penerapannya mencapai keraguan lebih lanjut dan berpikir lebih lanjut, sehingga keyakinan merupakan titik akhir sekaligus titik awal baru untuk berpikir.
Hasil akhir berpikir adalah pelaksanaan kemauan dan hasil berpikir ini telah merupakan arena kegiatan berpikir, suatu akibat yang mempengaruhi hakekat kita karena pikiran akan mempengaruhi pemikiran selanjutnya.
Inti keyakinan adalah pembentukan suatu kebiasaan dan keyakinan berbeda satu dengan lainnya karena cara-cara tindakan yang menyebabkannya berbeda. Jikalau hal ini keyakinan tidak berbeda dan jika ia mengatasi keraguan yang sama dengan menghasilkan kebiasaan tindakan yang sama, maka tidak ada perbedaan dalam sifat kesadaran mengenai keyakinan. Perbedaan imajiner sering terjadi diantara keyakinan-keyakinan yang hanya berbeda dalam cara mengungkapkannya, “betapapun persengketaan yang diakibatkannya cukup nyata”. Perbedaan palsu tersebut sama saja dengan kegagalan membedakan keyakinan-keyakinan yang benar-benar berbeda. Dalam hal ini merupakan salah satu perangkap yang seharusnya kita sadari, khususnya jika kita berpijak kepada landasan metafisis.
Salah satu kesesatan aneh serupa di atas dan sering terjadi karena salah menafsirkan cita-rasa yang dihasilkan oleh ketidakjelasan pikiran kita sendiri, mengenai sifat obyek yang sedang kita pikirkan. Oleh karena itu, kita harus selalu merasa bahwa ketidakjelasan itu subyektif, kita berkhayal bahwa kita merenungkan sifat obyek yang pada dasarnya misterius. Pahami dulu. Selama kesesatan masih bertahan, maka jalan pikiran yang jelas menjadi terhambat. Oleh karena itu, kesesatan ini menjadi menarik perhatian bagi para penentang pemikiran rasional maupun para pendukung pemikiran rasional.
Kesesatan lain yang seperti di atas juga karena salah menafsirkan perbedaan murni dalam susunan tatabahasa dari dua atau lebih kata untuk membedakan gagasan yang diungkapkan oleh gabungan kata tersebut. Pada jaman sekarang yang sudah penuh dengan kata muluk-muluk menjadi ‘kecenderungan’ penyampai gagasan yang jauh memperhatikan kata-kata dari pada tindakan. Kesesatan ini cukup umum. Ketika saya baru saja mengatakan bahwa pikiran adalah suatu tindakan, dan bahwa pikiran ada dalam suatu hubungan, maka meskipun seseorang melakukan suatu tindakan yang bukan suatu hubungan yang hanya dapat merupakan akibat dari suatu tindakan, maka apa yang saya katakan itu tidak saling bertentangan tetapi hanya suatu ketidakjelasan dari sudut tatabahasa.
Dari sekian kesesatan tersebut di atas, kita akan aman sejauh kita membayangkan bahwa seluruh fungsi berpikir ialah menghasilkan kebiasaan bertindak dan apa yang berkaitan dengan suatu pemikiran tetapi tidak sesuai dengan tujuannya adalah tambahan yang sumbang dan bukan merupakan bagian dari pikiran itu. Jika terdapat kesatuan di antara perasaan kita yang tidak mengacu kepada cara kita bertindak pada suatu situasi tertentu, misalnya pada waktu kita mendengarkan sebuah lagu, mengapa kita tidak menyebut hal itu berpikir? Oleh karena itu, untuk mengembangkan maknanya kita harus benar-benar menentukan kebiasaan apa yang dihasilkannya, karena dari sebuah tindakan hanyalah merupakan kebiasaan yang tercakup dalam tindakan itu.
Kini, identitas suatu kebiasaan tergantung kepada bagaimana kebiasaan itu dapat menyebabkan kita bertindak, bukan saja dalam keadaan yang mungkin timbul, melainkan juga dalam keadaan yang hampir mustahil terjadi. Bagaimanapun juga kebiasaan tergantung kepada kapan (setiap rangsangan untuk bertindak berasal dari persepsi) dan bagaimana (setiap tindakan bermaksud untuk menghasilkansesuatu yang dapat dirasakan) ia menyebabkan kita bertindak. Dengan demikian, kita sampai pada apa yang nyata dan praktis, sebagai dasar setiap pembedaan pikiran yang nyata dan tidak ada pembedaan makna yang sedemikian halus.